4 Hal Yang Harus Dihindari Saat Menjual Properti Agar Cepat Laku

Mau tau cara menjual properti agar cepat laku? Simak pembahasannya berikut ini pada artikel kali ini tentang 4 hal yang harus dihindari saat menjual properti agar cepat laku. Temen-temen yang saat ini membaca ini mungkin memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi dalam waktu dekat dan butuh uang tunai? Atau mungkin memang karena keinginan sendiri? Apapun alasannya menjual properti dengan terburu-buru memang rawan terjual dengan harga murah.

Akan tetapi, mungkin temen-temen bisa menjual properti yang dimilikinya kalau memang terpaksa, atau merasa sudah cukup menunggu untuk segera mendapatkan keuntungan dari memiliki properti di waktu yang sebelumnya. Nah jika ketika menjual terasa sedikit sulit, atau kadang bertanya dalam hati “kok ndak laku-laku ya dijual” coba deh simak pemabahasannya berikut ini tentang hal-hal yang harus dihindari agar properti yang dijual bisa cepat laku.

 

Hindari hal ini saat menjual properti agar cepat laku

hindari cara ini agar properti anda cepat lakuJika temen-temen berniat menjual properti dalam bentuk apapun baik itu rumah, tanah, ruko, dan sebagainya. Berikut ini adalah hal-hal yang seharusnya bisa dihindari agar properti yang dijual tersebut banyak diminati dan bisa cepat laku. Sebab terlalu lama dipasarkan namun tidak laku, bisa menimbulkan persepsi buruk atas properti tersebut suatu saat nanti.

 

1. Menjual properti dengan metode pemasaran yang minim

Nah lo, katanya mau ingin cepat laku, tapi dalam memasarkan terkesan setengah-setengah, ya gimana mau laku? Iya nggak? Untuk itu sebaiknya sebisa mungkin manfaatkan dan kerahkan semua kemampuan temen-temen dalam memasarkan properti. Mau cepet laku kan? Bisa dengan memanfaatkan media yang ada untuk pemasaran, seperti sebar brosur, sebar iklan di internet, dan lain sebagainya.

Bagaimana untuk temen-temen yang merasa kesulitan memasarkan properti dengan cara seperti itu? Jangan takut kita masih bisa menggunakan jasa dari broker properti. Nanti kan bayarnya mahal? Jangan salah bayar nggak seberapa kok dibandingkan keuntungan kita dari penjualan properti, biasaya berkisar antara 1-3% dari nilai deal properti kita. Ingat, biasanya biaya itupun diberikan setelah properti temen-temen laku terjual melalui mereka, jika temen-temen berhasil menjualnya sendiri, maka tidak ada fee yang harus dikeluarkan.

 

2. Menjual properti terlalu apa adanya

Meskipun kita seharusnya tampil apa adanya, namun sebaiknya tidak untuk properti yang akan kita jual. Nilai properti yang di poles terlebih dahulu tentu lebih mahal. Maka itu ya rapikan dulu, cat ulang dulu, rawat dulu properti temen-temen sebelum ditawarkan kepada orang lain. Berdoa saja mereka jatuh cinta pada properti temen-temen dan bersedia membayar sesuai keinginan temen-temen.

Kalau properti temen-temen apa adanya, jangan berharap mendapatkan harga jual yang tinggi. Yah cukuplah dibayar apa adanya, hehehe. Jika properti temen-temen apa adanya memang memiliki nilai jual ya it’s ok itu terserah temen-temen, cuma sebaiknya memang dilakukan sedikit perubahan kecil untuk mendongkrak harga jualnya.

desain rumah yang buruk

 

3. Tidak bisa komitmen dengan calon pembeli properti milik anda

Kalau mau properti temen-temen cepat laku ya jangan sampai mengabaikan yang namanya pembeli. Pembeli itu adalah raja. Sebisa mungkin bersikap kooperatif lah saat sedang menawarkan properti temen-temen ataupun ketika terjadi deal kesepakatan harga. Pembeli itu butuh kejelasan tentang apapaun informasi yang terkait dengan properti temen-temen. Apabila temen-temen dirasa calon pembeli cukup kooperatif secara tidak langsung akan memberikan kesan yang baik dimata mereka, dan bukan tidak mungkin mereka percaya pada temen-temen dan mempercepat transaksi karena sudah ingin segera memiliki properti temen-temen.

Berikan kemudahan juga kepada pembeli yang memang benar-benar berminat pada properti yang temen-temen miliki dalam hal pembayaran. Berikan keleluasaan mereka untuk memiliki properti temen-temen dengan beberapa cara pembayaran, kalau menurut temen-temen memang bisa. Karena kadangkala hal ini menjadi krusial dan lucu dikala sudah deal dan sebagainya, ternyata mereka terkendala oleh yang namanya pembayaran. Jikalau tidak bisa saran saya jelaskan baik-baik alasan temen-temen tidak menerima model pembayaran lain selain tunai, dengan begitu hubungan baik akan tetap terjalin, dan bukan tidak mungkin mereka akan tetap mengusahakan mendapatkan properti tersebut secara cash mungkin dengan meminjam uang.

 

4. Menjual properti dengan harga yang terlalu tinggi

harga properti masuk akalNah ini sebenarnya inti, yang namanya menjual barang itu ya seharusya tau etika lah. Meskipun bagus bagaimanapun properti yang kita miliki, namun kalau bisa ketika menjual ya jangan keterlaluan. Maksudnya bagaimana? Ya jualah sedikit disekitar harga pasaran yang ada, dengan mempertimbangkan properti yang laku terjual di daerah tersebut.

Bukannya properti cepat laku dan banyak ditawar yang ada calon pembeli malah takut menawar karena harga yang diminta di awal terlalu tinggi, dan juga menjual dengan harga pasaran akan memudahkan properti anda untuk laku. Mending dari awal ditawarkan dengan harga pas bisa juga dijadikan pilihan jika memang tidak mau ada tahapan negosiasi, kalau temen-temen terlalu banyak menaikkan harga dengan tujuan spekulasi silakan, cuma tidak direkomendasikan.

 

Tips menjual properti agar cepat laku

cara cepat menjual properti

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari beberapa penjelasan sebelumnya, dapat disimpulkan salah satu membuat properti anda cepat laku terjual adalah dengan, sebisa mungkin menghindari kebiasaan buruk yang memancing properti untuk lambar terjual. Tadi sudah disebutkan untuk hal-hal yang harus dihindari, seperti menjual properti dengan harga yang terlalu tinggi disini pembeli akan takut duluan untuk menawar. Lalu ada juga pemasaran yang dilakukan terlalu minim, gimana mau cepat laku terjual? Iya nggak? Berikutnya adalah tidak mau berkomitmen dengan calon pembeli. Hey, gimana caranya coba pembeli mau membeli dari temen-temen kalau temen-temen sendiri tidak punya komitmen dalam menjual? Yang terakhir adalah hindari menjual properti terlalu apa adanya, kalau bisa walaupun sedikit di poles agar bisa lebih enak dilihatnya.

Itu tadi beberapa tips tentang cara menjual properti agar cepat laku. Sebenarnya banyak juga cara lainnya namun sebagai tambahan wawasan saja itu tadi beberapa hal yang harus dihindari agar properti bisa laku terjual. Kalau temen-temen merasa artikel ini bermanfaat jangan ragu buat berbagi ya, biar menjadi kebaikan juga untuk saya dan temen-temen disini, jika informasi ini bermanfaat untuk orang lain, siapa tahu memudahkan langkah kita kedepannya.

Masih bingung dengan beberapa bagian pada artikel ini? Ayo ulangi dulu bacanya, mungkin temen-temen kecepetan bacanya, jadi ada yang terlewat, coba ulangi deh. Kalau memang ada yang kurang dari artikel ini, silakan kritik habis-habisan di kotak komentar di bawah ini, berikan yang masukan juga yah bagaimana seharusnya, nanti biar ada perbaikan juga dari saya tentunya, agar setiap artikel yang saya tuliskan kedepannya menjadi jauh lebih baik dan bermanfaat untuk para pembaca semua.

Incoming search terms:

  • kenapa properti agak lama lakunya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *