Belajar Cara Sukses Bisnis Properti bersama mauproperti.com
Sedang memuat ...

Berapa Biaya Bangun Rumah Sederhana?

Biaya Bangun Rumah – Jika berbicara tentang membangun sebuah rumah, baik itu yang berkonsep modern maupun yang sederhana tentu yang menjadi hal paling penting harus dipikirkan dengan matang adalah biaya. Biaya ini memang sangat menentukan terwujud tidaknya rumah idaman anda dan keluarga. Memang perlu perhitungan yang lebih teliti mengenai tujuan membangun rumah ini, mulai dari biaya jasa tukang, biaya material rumah, biaya bidang tanah, dan lain sebagainya. Ini semua harus dipikirkan terlebih dahulu supaya nantinya saat pembangunan rumah berlangsung budget tidak kurang.

Sebenarnya untuk besar tidaknya biaya yang harus anda keluarkan untuk membangun sebuah rumah minimalis ini bisa ditentukan oleh anda sendiri. Jika memang biaya membangun rumah yang anda miliki tidak terlalu banyak atau pas – pasan, maka konsep rumah sederhana ini paling pas untuk anda pilih. Lantas, berapa biaya bangun rumah sederhana yang harus anda siapkan? Mari kita berhitung.

Biaya Bangun Rumah

Biaya Bangun Rumah Sederhana 2017

Ada beberapa tahan untuk menghitung biaya bangun rumah minimalis berkonsep sederhana ini. Semuanya akan kami bahas secara detail dan lengkap dibawah ini. Simak baik – baik ya ulasannya!

Baca JugaTips Cara Membeli Tanah

Biaya Jasa Tukang

Yang perlu kita perhitungkan pertama saat akan membangun rumah minimalis sederhana adalah menghitung perkiraan biaya jasa tukangnya. Umumnya jasa tukang ini dibagi kedalam 2 sistem yang bisa disesuaikan dengan keinginan anda yakni sistem harian dan sistem borongan. Untuk metode pembaran dari kedua sistem ini tentu berbeda.

Untuk sistem harian, biasanya pembayaran jasa untuk satu tukang per harinya sekitar Rp 100 ribu – Rp 150 ribu. Sedangkan untuk sistem borongan juga sangat bervariasi tergantung permintaan dan kesepakatan anda dengan pemborongnya. Biasanya biaya borongan jasa ini sekitar Rp 600 ribu – Rp 800 ribu per meter perseginya. Lain lagi dengan biaya borongan penuh biasanya akan lebih mahal yakni sekitar Rp 3 juta – Rp 5 Juta per meter persegi.

Namun, untuk ketepatan dan kecepatan waktu pengerjaan, sistem borongan lebih cepat dibanding sistem harian. Namun, kelebihannya untuk sistem harian ini adalah saat bangunan sudah selesai dan anda ingin mengubahnya itu sangat dimungkinkan.

Biaya lahan

Selain biaya jasa tukang, yang juga harus anda perhatikan adalah biaya untuk membeli lahannya. Untuk anda yang sudah memiliki lahan mungkin bisa menghemat biaya. Biaya untuk membeli sebuah lahan saat ini memang cukup mahal. Per meter perseginya saja berkisar Rp 800 ribu – Rp 1 juta. Jadi misalnya saja anda akan membangun rumah type 21/60 yang pastinya membutuhkan lahan seluas 60 meter persegi. Estimasikan saja biaya lahan sebesar Rp 900 ribu per meter persegi, jadi biaya lahan yang harus dibayar sebesar Rp 900 ribu x 60 m2 = Rp 54 juta.

Biaya bangunan

Disini dimisalkan anda memilih sistem borongan penuh untuk pembangunan rumah sederhana yang biayanya sebesar Rp 3 juta. Jadi, biayanya adalah 21 x 3 juta = Rp 63 juta. Berbeda ceritanya biaya yang dibutuhkan jika anda menggunakan sistem harian untuk jasa tukangnya.

Baca Juga4 Cara Hemat Membangun Rumah

Biaya lain – lain

Tambahan biaya ini berlaku jika anda membutuhkan perubahan pada bangunan atau penambahan beberapa elemen, seperti taman, ornamen, dan yang lain sebagainya. Untuk biaya ini, anggarkan saja sebesar 10% dari total biaya membuat rumah sederhana anda.

Total anggaran biaya bangun rumah type 21/60

Jika kita jumlahkan semua biaya yang sudah kita hitung diatas, maka hasilnya sebagai berikut :

  • Biaya Lahan + Biaya Jasa Borongan penuh = Rp 54 Juta + Rp 63 juta = Rp 117 juta
  • Biaya lain – lain = Rp 117 juta x 10% = Rp 11.7 juta
  • Jadi total anggaran semuanya adalah Rp 128.7 juta.

Demikian tadi anggaran biaya bangun rumah sederhana 2017 yang bisa kami bagikan untuk anda. Semoga informasi diatas bermanfaat.

/* */