Konsep Bisnis From Zero to Hero

Pernahkah anda berpikir bahwa membuat bisnis adalah hal yang menyenangkan? Namun nyatanya ketika kita gegabah, bisnis juga akan beresiko sekali. Banyak orang yang gak tahu caranya tiba-tiba cari Hutang untuk membangun sebuah bisnis yang besar. Mungkin maksudnya seperti dalam dongeng bisnis yang besar dalam satu malam kemudian biasanya berhasil.

Yang saya tahu, bisnis adalah soal kita mau melalui prosesnya kemdudian menjadi besar sesuai dengan waktu yang tepat tanpa meninggalkan celah. Sebisa mungkin seharusnya hal itu juga yang menjadi pertimbangan teman-teman pebisnis. Jangan main sikat bisnis besar, tanpa memperhatikan kapasitas kita dalam mengerjakannya.

From zero to hero

Hal inilah yang mau saya sampaikan kepada anda. Dalam sebuah bisnis kita memang harus pelan-pelan belajar dari awal. Kita memulainya dari nol kemudian berkembang dan menjadikan bisnis kita lebih besar. Bagaimana konsep bisnis zero to hero. Artinya akan ada tahapan yang harus dilalui untuk menjadi seorang pebisnis. Berikut ini langkahnya secara urut.

1. Yang penting bisa jualan dulu

konsep bisnis jualan

Hal pertama dalam membangung sebuah bisnis, bukan tentang modalnya darimana, tapi kita harus tau jualnya kemana, jualnya laku ndak, jualnya caranya gimana. Pertama memulai jangan bingung bagaimana harus cari modal, tapi bingung bagaimana jualnya. Ketika kita tahu kemana kita menjual, nantinya kita akan dengan sendirinya naik ke level selanjutnya. Kalau sampai pada tahap ini anda masih kesulitan saran saya jangan naik level dulu. Pastikan anda benar-benar kuasai kemampuan menjual, tahu market produk anda, intinya anda paham luar dan dalam, dan udah bisa jualan sendiri, dan ketika merasa profit mulai mentok karena waktu udah nggak ada lagi silakan lari ke level selanjutnya.

2. Membina tim jualan

konsep bisnis membina tim

Ketika anda mulai mahir menjual, cobalah untuk melakukan scale up pada omset jualan anda. Caranya adalah dengan membangun sebuah tim penjualan. Sampai disini anda bisa bekerja sama dengan beberapa orang untuk memasarkan produk yang anda jual. Kemudian ajari mereka juga cara jualan yang biasa anda lakukan.

Nantinya memang waktu anda akan berkurang untuk jualan sendiri, mungkin saja omset anda makin gede, tapi peningkatakan profit tidak terlalu signifikan di awal. Tapi pastikan omset terus melejit sambil profit sedikit demi sedikit naik. Artinya anda sudah berada di jalan yang benar. Ketika tim jualan anda semakin banyak silakan naik level lagi ketahapan selanjutnya.

3. Buat produk sejenis dengan brand anda sendiri, skala kecil

konsep bisnis produksi

Jika anda biasa menjual rumah contohnya, jika ada kesempatan dan anda sudah mempunyai tim yang kuat dan jago closing anda bisa mulai untuk membuat rumah sendiri. Rumah ini nantinya anda bersama tim berjuang bersama untuk jual.

Kenapa ujungnya larinya produksi sendiri? Nah ketika melakukan produksi rumah sendiri, tentu margin keuntungannya akan lebih besar, ketimbang anda hanya menjualkan milik orang lain saja. Toh memang sudah saatnya anda naik level kemudian berkembang. Mulailah dengan yang kecil dulu. Mungkin satu unit rumah pertama. Beli renovasi jual lagi. Sampai naik ke 2 rumah, dan seterusnya. Pelan-pelan anda nikmati prosesnya sambil belajar.

4. Kembangkan produksi

Jika satu dua rumah dirasa mulai mampu terjual dengan lebih mudah, tentu cashflow anda juga baik biasanya. Anda mulai punya modal lebih besar untuk membuat rumah lebih banyak lagi. Silakan lakukan, terus bertahap naik level sampai puluhan rumah bisa anda produksi bebarengan. Tentunya sambil anda bina terus tim penjualan anda, tawarkan rewad yang menjanjikan. Pokoknya dapat untung, jangan habiskan semua untuk keperluan konsumtif. Pastikan sebagian besar, anda simpan untuk kebutuhan pengembangan bisnis anda.

5. Miliki spesialis dalam tim anda

konsep usaha pegawai

Jika merasa sudah mampu menciptakan sesuatu yang lebih besar, jangan lupa anda juga memiliki keterbatasan waktu. Semakin besar yang anda kerjakan, anda juga butuh orang untuk membantu anda menghasilkan inovasi lebih untuk setiap bagian. Anda tidak mungkin, mengawasi produksi, menyiapkan konsep pemasaran, menghandle pembelian sendiri lagi. Mulailah cari orang yang tepat untuk mengisi posisi tersebut.

Misalkan anda mulai rekrut karyawan untuk menghandle pembelian dari konsumen, mengantar konsumen dan sebagainya. Anda butuh orang yang kreatif untuk menciptakan ide yang lebih segar agar pemasaran anda lebih hebat lagi. Terus begitu, satu persatu delegasikan bagian dari bisnis anda, sampai pada puncaknya anda hanya perlu memutuskan saja. Tapi memang di awal semuanya harus anda bina, anda ajari. Biarkan mereka berkembang dan awasi saja kinerjanya. Sampai pada akhirnya anda hanya harus memutuskan, anda berada di puncak.

Siap Praktikkan Konsep Bisnis From Zero to Hero?

Kurang lebih begitulah konsep bisnis from zero to hero. Anda mungkin bisa saja merasa mampu lompat ke tahapan sekian lebih awal dari lainnya, silakan itu hak anda. Namun saran saya nikmati prosesnya. Melompat lebih dulu bukan berarti anda lantas menjadi yang terbaik. Setiap proses punya karakternya masing-masing. Pastikan setiap anda melaluinya, ada pelajaran yang bisa anda ambil. Jangan cuma lewat. Sekian dari saya tentang konsep bisnis from zero to hero. Anda bisa bertanya apapun jika masih ada yang kurang dimengerti.

Jangan lupa share jika anda rasa artikel ini bermanfaat.

Tags :
Konsep Bisnis From Zero to Hero | admin | 4.5

Leave a Reply

/* */